FKIP-UNMAS PRODI MATEMATIKA KAMPUS 2A AMLAPURA

Rabu, 13 April 2011

PROGRAM KALKULATOR

Program kalkulator menggunakan Visual Basic 6. untuk mendownloadnya silakan klik di sini
Visual Basic merupakan bahasa pemprograman . Situs ini didedikasikan untuk membantu Anda belajar dan maju.Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.
Read more »

Sabtu, 29 Januari 2011

MODALS

Kata - kata yang disetut sebagai modals:
can could
may might
must
shall should
will would
Penjelasan:
Bentuk lampau (past) dari can adalah could;
Bentuk lampau (past) dari may adalah might;
must tidak mempunyai bentuk lampau (past);
Bentuk lampau (past) dari shall adalah should;
Bentuk lampau (past) dari will adalah would;
Di dalam kalimat, modals akan selalu diikuti oleh kata kerja infinitive (Vɪ).
Contoh:
The students can finish their work on time.
modals infinitive
She might come late to the work.
modal infinitive
They will visit their grandparents in the other town tomorrow.
modal infinitive
I must make some summaries tinight
modal infinitive
Modals akan dipergunakan seperti auxiliary verb. Maka, untuk menegatifkan, tambahkan saja NOT pada modals; dan untuk interogatif, pindahkan saja modals ke depan subjek.
Contoh:
Suri can play the violin very well.
Suri cannot play the violin very well.
Can Suri play the violin very well?
Yes, she can.
No, she cannot.
we must speak English in class everyday.
We mustn’t speak English in class everyday.
Must we speak English in class everyday?
Yes, we must.
No, we mustn’t.

Bentuk modal negatif:
can + not menjadi can’t
may + not (ini tidak bisa dipendekkan)
must + not menjadi mustn’t
shall + not menjadi shan’t
will + not menjadi won’t
could + not menjadi couldn’t
might + not menjadi mightn’t
should + not menjadi shouldn’t
would + not menjadi wouldn’t

Fungsi – Fungsi Modals:
1. can = dapat, bisa, mampu.
can digunakan untuk mengungkapkan kemampuan, kecakapan, atau kepandaian seseorang. contohnya:
Mr. Ogawa is from Japan. He can speak Japanese
=Ia bisa berbicara Bahasa Jepang.

2. may= boleh, diijinkan, diperbolehkan.
may digunakan untuk menyatakan ‘ijin’. seringkali, may ini digantikan dengan can yang berarti ‘boleh’.   Contoh :
May I speak to Mr. Chi?
=Bolehkah/bisakah/ijinkankah saya berbicara dengan Tuan Chi?

3. must=harus, perlu.
must digunakan untuk mengungkapkan suatu keharusan atau kewajiban yang harus dilakukan. must     not(=mustn’t) berarti ‘tidak harus’, ‘tidak perlu’, ‘jangan saampai’, must not untuk mengungkapkan larangan.  Contoh:
As students, we must study regularly.
=Sebagai siswa, kita harus/perlu belajar secara teratur

4. will=akan, mau, hendak.
will untuk mengungkapkan sesuatu yang akan dilakukan. Contoh:
What will you do?I’II speak to my English teacher.
=Apa yang hendak anda kerjakan? Saya akan berbicara dengan guru Bahasa Inggris saya.

5. Shall=perlukah
shall digunaka untuk menawarkan bantuan tindakan. Contoh :
It’s very cold here in this room. Shall I close the door?
=Di ruangan ini sangatlah dingin. Perlukah saya tutup pintunya?

6. might=mungkin
might digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan. might bisa menggantikan may (yang berarti ‘mungkin’). Contoh:
I might go to the campus or I might stay here.
=Saya mungkin pergi ke kampus atau tetap disini.

7. should=harus,wajib
should digunakan untuk menyatakan keharusan. should bisa menggantikan must (=harus) Contoh:
should I bring my passport to registration tomorrow?
=Haruskah kubawa pasporku ke pendaftaran besok?

8. could=bentuk lampau dari can
could digunakan untuk menyatakan kemampuan di waktu lampau. Contoh:
could she answer the teacher,s questions this morning?
=Bisakan ia menjawab pertanyaan – pertanyaan guru tadi pagi?

9. would=akan, hendak,mau
would adalah bentuk lampau dari will. Contoh:
What would you do when I came in yesterday morning?
=Apa yang anda akan lakukan sewaktu saya masuk kemarin pagi?
Read more »

PASSIVE VOICE/ KALIMAT PASIF


Kalimat pasif dibentuk dari kalimat aktif. Objek kalimat aktif menjadi subjek kalimat pasifnya,  dan subjek kalimat aktif menjadi pelaku kalimat pasif. Oleh karena itu, hanya kalimat aktif yang mempunyai objek (kata kerjanya adalah kata kerja yang transitif) yang bisa di buat kalimat pasif. Kata kerja pada predikat kalimatnya juga akan berubah dari kata kerja aktif menjadi kata kerja pasif.
Unsure bentuk pasif adalah
Be + Vɪɪɪ
Dua ruas

Ada beberapa cara mempasifkan kalimat aktif adalah sebagai berikut :
1. Pindahkan objek kalimat aktif ke posisi subjek kalimat pasif. Kalimat pasif bisa dibuat sebanyak objek yang ada dalam kalimat aktif (objek langsung dan objek tak langsung)
2. Pasifkan kata kerja pada predikat kalimatnya. Cara mempasifkan kata kerja adalah sebagaimana diuraikan d ibawah. Dengan demikian, tenses kalimat pasif sama dengan tenses kalimat aktif.
3. Konjugasi kata kerja terdepan (yang langsung berhubungan dengan subjeknya) menyesuaikan subjek kalimat pasif.
4. pindahkan subjek kalimat aktif ke posisi pelaku dengan didahului oleh kata ‘bay’ (= oleh). (Apabila pelaku ini bersifat umum, tidak jelas, atau tidak dipentingkan, pelaku ini sering ditiadakan, misalnya, seorang, orang-            orang, masyarakat dan sebagainya.)
5. keterangan  kalimat tetap pada posisinya.

Contoh 1 :

The secretary     has typed       all the letters          (aktif)
      Subjek             Predikat                Objek

* Objek kalimat aktif all the letters menjadi subjek kalimat pasif.
* Kata kerja predikat kalimat aktif has typed adalah dalam kala (tenses) The Present Perfect Tenses. Kata   kerja ini dipasifkan dengan menggabungkannya dengan unsur pembentuk pasif (be + Vɪɪɪ) menjadi have  been typed.
* Subjek kalimat aktif the secretary  menjadi pelaku kalimat pasif dengan didahului kata by (= oleh), by the secretary.

Maka dari contoh kalimat akif diatas, jika dipasifkan akan menjadi seperti  di bawah

All the letters  have been typed  by the secretary.
   Subjek                     Predikat                Pelaku

Contoh 2 :

Almost all people in the world   speak   English.
                     Subjek                        Predikat     Pelaku

* Objek kalimat aktif English menjadi subjek kalimat pasif.
* Kata kerja predikat kalimat aktif speak adalah dalam kala (tense) The simple Present Tense. Kata kerja dipasifkan dengan menggabungkannya dengan unsure pembentuk pasif (be + Vɪɪɪ) menjadi is spoken
* Subjek kalimat aktif almost all people in the world menjadi pelaku kalimat pasif dengan didahului kata by (=oleh), by almost all people in the world.

Untuk kata Keterangan Keseringan (Adverbs of Frequency) dan Keadaan ( Adverbs Manner) seperti, always, aften, sometimes, never, seldom, really, beautifully, carefully, dan sebagainya biasanya diletakkan di depan kata kerja pokoknya.

Contoh 1 :

She will clean the antique vase carefully. (aktif)
The antique vase will be carefully cleared. (pasif)

Contoh 2:

Do   they   wash   their hands   before every meal?
    S               P             O                       (Simple Present Tense)

* Kata kerja pada predikat do + wash menjadi wash. Kata wash dioasifkan menjadi be + washed (Vɪɪɪ); be untuk subjek theid hands (dalam Simple Present Tense) adalah are.
* Karena kalimatnya adalah kalimat tanya (yes/No Question), kalimat pasifnya jugs menjadi kalimat tanya, yakni dengan memindahkan kata kerja bantu (auxiliary verb) ke awal kalimat: Are their hands washed before every meal?
Read more »

Sabtu, 08 Januari 2011

Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Dalam kegiatan ini, kalian diajak untuk mempelajari sifat – sifat ketidaksamaan, himpunan penyelesaian pertidaksamaan serta model – model linear.

Semua materi tersebut akan dikombinasikan dengan pemahaman tentang fungsi, sebagai persiapan untuk mempelajari tipe – tipe masalah yang berkaitan dengan program linear.

Sifat – sifat Ketidaksamaan

Perlu kalian ingat bahwa " < " adalah suatu relasi pada himpunan bilangan real dan didefinisikan dalam pengertian yang berkaitan dengan kesamaan.

Definisi 1

Jika a < b, maka ada bilangan positif c sedemikian hingga a + c = b

Dari definisi 1 diatas, maka maka bisa mengemukakan alas an – alas an

2 < 5 sebab ada bilangan positif 3 sedemikian hingga 2 + 3 = 5.

-3 < 4 sebab ada bilangan positif 7 sedemikian hingga -3 + 7 = 4.

Degfinisi 2

Jika a ≤ b, maka ada bilangan tidak negatif c sedemikian hingga a + c = b

Dari definisi 2 diatas, maka dapat mengemukakan alas an – alas an

3 < 7 sebab ada bilangan tidak negatif 4 sedemikian hingga 3 + 4 = 7

2 ≤ 2 sebab ada bilangan tidak negatif 0 sedemikian hingga 2 + 0 = 2

Sifat – sifat yang akan digunakan untuk menyelesaikan pertidaksamaan dengan semesta pembicara himpunan real adalah sebagai berikut :

  1. Untuk sebarang dua bilangan real a dan b, terdapat satu diantara hubungan a = b, a < b atau b < a
  2. Jika a < b, dan b < c, maka a < c untuk semua bilangan real a, b, dan c
  3. Jika a < b, maka a + c < b + c untuk sebarang bilangan real a, b, dan c
  4. Jika a < b dan c > 0, maka ac < bc untuk sebarang a, b ϵ R
  5. Jika a < b dan c < 0, maka ac > bc untuk sebarang a, b ϵ R
  6. Jika a < b dan ab < 0, maka 1/a < 1/b
  7. Jika a < b dan ab > 0, maka 1/b < 1/a
  8. Jika a < b, maka a² < b² untuk sebarang a > 0 dan b > 0
  9. Jika │m│≤│n│, maka -n ≤ m ≤ n
  10. │a + b │≤│a│+ │b│
  11. Jika ab > 0, maka a > 0 dan b > 0 atau a < 0 dan b < 0
  12. Jika ab < 0, maka q > 0 dan b < 0 atau a < 0 dan b > 0.
    Contoh 1

    Selesaikan 3x – 2 < 4 + 6x

    Jawab

    Dengan menggunakan sifat 3 diatas dan sifat – sifat terdahulu tentang bilangan, penyelesaian persamaan adalah sebagai berikut :

    3x – 2 < 4 + 6x

    (3x – 2) +2 < (4 + 6x) + 2

    3x + (-2 + 2) < (4 + 2) + 6x

    3x < 6 + 6x

    3x – 6x < (6 + 6x) – 6x

    3x – 6x < 6 + (6x – 6x)

    -3x < 6

    Berikutnya, dengan menggunakan sifat 5 diperoleh :

    -3x < 6

    ( -1/3 ) (-3x) > ( -1/3) (6)

    -6/3 x > -2

    Jadi, semua bilangan real lebil dari -2, merupakan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan asal, sehingga himpunan penyelesainnya adalah : { x │ x ϵ R, x > -2 }.

    Untuk memeriksa bahwa cara penyelesaiannya adalah benar, kita dapat berangkat dari bentuk X -2 dan bekerja mundur (kembali) sampai diperoleh pertidaksamaan asal. Dalam hal ini kita kalikan kedua ruas pertidaksamaan x > -2 dengan -3 sebagai langkah awal. Ingat bahwa mengalikan dengan bilangan negatif menyebabkan perubahan arah pertidaksamaan.

          x > -2

    (-3)x < (-3) (2)

       -3x < 6

    Kita tambah masing-masing ruas dengan 6x, diperoleh:

    -3x + 6x < 6 + 6x

    3x + < 6 + 6x

    Kita kurangi masing-masing ruas dengan 2, diperoleh:

    3x - 2 < 6 + 6x - 2

    3x - 2 < 4 + 6x

    Contoh 2

    Selesaikan x - 5 < 3x + 6

    Jawab x - 5 < 3x + 6

        x - 5 - 3x < 6

               x -3x < 11

                  -2x < 11

                      x > -11/2

    Himpunan penyelesaian : {x│x ϵ R, x > -11/2}
    Perlu ditandaskan bahwa menyelesaikan pertidaksamaan berarti mencari himpunan penyelesaian pertidaksamaan, yaitu mencari himpunan pengganti x, sehingga pertidaksamaan bernilai benar. Atas dasar itu, untuk memeriksa kebenaran penyelesaian yang diperoleh, kita dapat memilih sebarang nilai x > - 11/2 dan penyebabnya pertidaksamaan asal bernilai benar.

    Misalnya dipilih x = -2 > -11/2, maka
    (-2) -5 < 3 (-2) + 6
    -7 < 0 (merupakan pernyataan benar)
Read more »

Minggu, 02 Januari 2011

Fungsi Math & Trig yang dimiliki Excel

Microsoft Excel sebagai software Spreadsheet dilengkapi dengan beragam pilihan fungsi yang sangat berguna dan efektif. Sebut saja fungsi binansial, database, statistik dan tentu saja fungsi matematika. Banyaknya jenis fungsi yang dimiliki oleh Excel ternyata cukup membingungkan pengguna, apalagi jika kita tidak benar-benar mengerti tentang fungsi-fungsi itu. Dalam ilmu teknik, jenis fungsi yang paling sering digunakan adalah fungsi matematika dan trigonometri. Jenis fungsi matematik dan trigonometri dalam Excel sekitar 60 buah dan tidak semuanya sering digunakan, hanya fungsi-fungsi populer saja. Untuk menambah perbendaharaan akan pemakaian fungsi matematika dan trigonometri, kalian bisa memanfaatkan ini sebagai bahan bacaan alternatif.

1.1 Gambar cara ke-1 mengakses Fungsi dalam Excel 2007




Klik tombol fx (tombol fungsi), akan muncul kotak dialog Insert Function (gambar 1.2). Didalam kotak dialog itu terdapat pilihan-pilihan fungsi mulai dari fungsi finansial hingga fungsi Engineering. Karena dalam pembahasan ini tentang fungsi matematika maka fungsi yang harus dipilih adalah Math & Trig. Memilih jenis fungsi yang tampak dalam kotak dialog cukup dilakukan dengan mengklik nama fungsi yang dipilih. Misalnya, jika kita ingin memilih fungsi matematik dan trigonomerti maka teks yang diklik adalah Math & Trig.

Setelah dipilih Math & Trig, dibawah kategori Math & Trig akan muncul banyak jenis fungsi, sebut saja ABS, ACOS, ACOSH, ASIN, ASINH, ATAN, ATAN2 dan lain-lainnya. Kita dapat memilih salah satu dari sekian banyak fungsi itu dengan cara klik pada fungsi yang dipilih lalu klik tombol OK. Cara lainnya untuk memilih salah satu fungsi adalah dengan klik ganda pada nama fungsi yang dipilih. Demikian, cara tersebut bisa diulangi untuk memilih nama fungsi lainnya.

1.2 Gambar Kotak Dialog Insert Function




Cara kedua dalam mengakses fungsi-fungsi, yaitu dengan klik menu Formulas lalu pilih fungsi yang akan digunakan, apakah fungsi Math & Trig , atau fungsi finansial dan fungsi-fungsi lainnya (Gambar 1.3)

1.3 Gambar cara ke-2 Mengakses Fungsi dalam Excel 2007

Berikut contoh soal fungsi matematik


FUNGSI ABS
Arti fungsi : Mengembalikan nilai absolut/mutlak dari sebuah angka. Nilai mutlak sebuah angka adalah angka tanpa tanda plus (+,positif) atau tanda minus (-,negatif).
     Penulisan formulasi matematika :
y =x
                                                x adalah angka yang dimutlakkan

Sintak: ABS(number)
Contoh: carilah nilai mutlak dari 10 dan -10.
JAWABAN
Buka dulu file baru.
Geser kursor ke sel C3.
Klik tombol fx.
Pilih kategori fungsi Math & Trig.
Klik ganda pada ABS.
Ketikkan 10 di sebelah kanan teks Number.
Klik OK.
Hasil fungsi ABS sudah tampak dalam sel C3. Untuk nilai mutlak dari -10 adalah:
Geser kursor ke C4.
Klik tombol fx.
Pilih kategori fungsi Math & trig.
Klik ganda pada ABS.
Ketikkan -10 di sebelah kanan teks Number.
Klik OK.

Nah sekarang terlihat bahwa dengan fungsi ABS semua angka yang diketikkan akan selalu menghasilkan nilai mutlak positif.
2.1  Gambar Dua Sel Tersorot





Bagaimana jika angka-angka itu berada dalam serangkaian alamat sel? Bagaimana cara mengolahnya untuk dicari nilai mutlaknya? Berikut contohnya. Ketikkan angka -10 di sel E2, dan -20 di sel E3. Dengan menggunakan mouse, klik kursor di sel E2, tahan dan geser kursor ke E3, lalu lepaskan tekanan pada tombol mouse. Gambar 2.1.
Selanjutnya geser kursor hingga ke titik hitam di pojok kanan menjadi tanda plus berwarna hitam. Setelah muncul tanda plus hitam, klik dan tahan di titik itu lalu geser kursor hongga ke E10.Sekarang tampak terlihat dari sel E2 hingga E10 terdapat urutan angka negatif dari -10 hingga -90.
Klik kursor pada fungsi fx.
Pilih kategori fungsi Math & Trig.
Klik ganda pada ABS.
Maka akan muncul gambar seperti dibawah ini


Kemudian klik E2 di kanan teks Number lalu klik OK.
Sekarang terlihat di sel F2 sudah terdapat hasil dari fungsi ABS(E2). Pernyataan itu memiliki arti fungsi ABS digunakan untuk mengolah angka yang ada di sel E2 dan hasilnya diletakkan di sel F2. Geser kursor hingga membentuk tanda plus hitam di sel F2, lalu tahan dan lepaskan di F10. Hasilnya yang diperoleh adalah dari sel F2 hingga F10 sudah tercetak angka mutlak dari angka – angka yang ada di sel E2 hingga E10.
FUNGSI COMBIN
Arti fungsi: mengembalikan kombinasi angka untuk sejumlah item yang ditentukan. Gunakan fungsi COMBIN untuk menentukan jumlah kemungkinan angka.
Sintak: COMBIN(number,number_chosen)
Contoh: Dari 8 anak yang ikut berlatih bulutangkis, akan ditentukan sejumlah pasangan ganda. Berapa banyak pasangan ganda yang mungkin dibentuk?
JAWABAN
Contoh soal ini dapat diselesaikan menggunakan fungsi Combin.
Buka sebuah file baru.
Ketikkan teks berikut.

3.1    Gambar Menghitung dengan Fungsi Combin




Dalam sel B3 ketikkan rumus = COMBIN (B1,B2).
Hasil yang diperoleh adalah 28 pasang pemain ganda.
Cobalah untuk mengubah angka – angka di sel B1 dan B2 dan perhatikan hasil yang diperoleh.
Untuk menjelaskan manfaat fungsi ini, ada baiknya dimulai dari contoh sederhana. Misalkan saja kasus anak yang ikut latihan bulu tangkis hanya berjumlah 3 orang, sebut saja A, B, dan C. Dengan jumlah itu kemungkinan hanya terdapat 3 pasangan ganda, yaitu AB, AC, dan BC

Coba ganti isi sel B1 dengan 3 dan hasil yang diperoleh adalah 3 pasang.

FUNGSI DEGREES
Arti fungsi : Mengubah satuan radians (radian) menjadi degres (derajat). Dalam Microsoft Excel, default satuan sudut dinyatakan dengan radian, kecuali dinyatakan lain oleh pengguna. Kebiasaan kita dalam menggunakan satuan derajat dalam menyatakan besaran sudut harus diikuti dengan pemakaian fungsi yang benar. Fungsi Degrees ini seperti disebutkan di bagian atas dipakai untuk mengubah satuan radian menjadi derajat.
Sintak: DEGREES (angle)
Contoh 1: ubahlah nilai sudut berikut dari radian menjadi derajat: 1.5 dan 3.14 atau disebut π (baca pi).
JAWABAN
Buat file baru, kemuadian ketikkan susunan teks berikut.
3.3    Gambar Mengubah Satuan Sudut Radian Menjadi Derajat




Klik kursor di C3.
Klik tombol fungsi fx.
Pilih kategori fungsi Math & Trig. Cari nama fungsi DEGREES.
Klik ganda pada tombol DEGREES.
Di sebelah kanan teks Angle ketikkan B3, lalu klik OK.
Selanjutnya untuk C4, lakukan hal yang sama seperti C3.

Keterangan: besaran sudut yang ada di kolom B memiliki satuan radian sedangkan dengan fungsi DEGREES, besaran itu diubah menjadi satuan derajat dan diletakkan di kolom C.
Read more »

Sabtu, 11 Desember 2010

Memahami Konsep Statistika


Statistik dan Statistika merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Pengertian statistik
Dalam arti sempit, statistik artinya data
Contoh : Harga bensin adalah Rp. 4.500,00 per liter, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 200 juta pada tahun 2001, akibat krisis moneter, tingkat penjualan perusahaan menurun sebesar 30%.

Dalam arti luas, statistik artinya kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan (berkaitan) dengan suatu masalah tertentu. Misalnya Statistik penduduk, Statistik ekonomi, Statistik keuangan, Statistik Perbankan Statistik pendidikan dan lain – lain.
Statistik juga menyatakan ukuran atau karateristik pada sampel seperti nilai rata-rata, standar deviasi, variansi dan koefesien korelasi. Contohnya  nilai rata-rata Matematika kelas XII adalah 65 dengan standar deviasi 10

Pengertian Statistika
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara untuk mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan atau menginterpretasikan data. Secara singkat, statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik.

Jenis-jenis Statistika
Statistika Deskriptif
Adalah statistika yang berkenan dengan metode atau cara mendeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan atau menguraikan data.
Statistika deskriptif mengacu pada  bilangan menata/mengorganisasi data, menyajikan dan menganalisis data, yang dapat dilakukan dengan cara : menentukan nilai rata-rata hitung, median, modus, standar deviasi dan persen/proporsi. Data digambarkan dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan diagram atau grafik.

Statistika Inferesia
Adalah statistika yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik atau ciri dari suatu populasi.
Pengertian Data
Data adalah sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau suatu masalah, juga bisa berbentuk bilangan.
Macam-macam Data
Bagian populasi dan sampel
Populasi adalah data yang diperoleh dari sebuah obyek yang diteliti
Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan obyek penelitian yang bersifat  representative (mewakili populasi)

Data tunggal dan data kelompok
Data tunggal adalah data yang sudah diklasifikasikan berdasarkan golongan atau rentang nilai tertentu.
Contoh :
         
Nilai
Banyaknya siswa
4 – 5
5
6 – 7
8
8 - 9
3

Berdasarkan sifatnya, data dapat dibedakan menjadi :
Data kuantitatif ini berupa angka
Berdasarkan nilainya data kuantitatif ada 2 yaitu :
Data diskrit merupakan data yang diperoleh dari hasil menghitung. Misalnya Jumlah siswa kelas XII dalam 1 kelas adalah 30 orang, Zuki mempunyai 3 mobil dan lain – lain
Dan data kontinu ini merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Misalnya Tinggi badan Pradnyana adalah 160 cm, Luas lapangan parkir A adalah 100 m2 dan lain-lain.

Selain Data Kuantitatif ada juga Data kualitatif data ini merupakan  data yang bukan berupa angka. Data ini berbentuk kategori atau atribut seperti manis, rusak, gagal sembuh dan lain-lain. Menurut sumbernya, data dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Data intern : data yang diperoleh atau bersumber dari dalam instansi (lembaga organisasi)
2. Data ekstern : data yang tidak langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data   tersebut.
Data ekstern ada 2 yaitu :
1.Data primer : data yang dikumpulkan oleh orang berkepentingan atau memakai data tersebut.
2.Data sekunder : data yang tidak langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data    tersebut.
Read more »

Pemakaian Goal Seek

Pemakaian GOAL SEEK dalam mencari penyelesaian SPL.

Salah satu fitur yang wajib diketahui oleh pembaca selain fungsi matematik adalah Goal-Seek. Fitur ini sangat penting dalam menyelesaiakn beberapa persoalan matematik. Fitur goal seek dapat digunakan jika kita ingin mencari nilai input, sedangkan nilau autput sudah diketahui besarnya. Ambil sebuah contoh persamaan matematika sepertiberikut ini

y = 2x + 5

Umumnya persamaan matematik diatas menyatakan variabel x sebagai input dan variabel y sebagai autput. Apabila variabel x diketahui besarnya maka dengan mudah variabel y dapat dihitung hasilnya. Misalnya diketahui x = 5, maka y = 2(5) + 5 = 15. Kondisi seperti itu sesuatu yang lumrah karena variabel y harus dicari nilainya jika variabel x diketahui.

Bagaimana jika kondisinya dibalik, apabila variabel y diketahui dan variabel x ingin dicari nilainya. persoalan ini sedikit lebih rumit dibandingkan kondisi pertama. Akan tetapi, hal itu bisa terjadi mudah dengan menerapkan fitur Goal Seek. untuk membahas penggunaan fitur ini, beberapa contoh soal di bawah ini.

Contoh 1: Carilah nilai x apabila y = 0, dari persamaan y = 2x + 5

JAWABAN
Buka sebuah file baru.
Ketikkan teks berikut ini,

1.1 Gambaran menuliskan variabel X dan Y



Perhatikan, dalam gambar diatas, didalam sel B1 diisi dengan bilangan sembarang, dalam contoh ini diisi dengan nol (0), sedangkan didalam sel B2 harus diketikkan rumus 2*B1+5.

Apabila kita ubah-ubah nilai sel B1 maka isi sel B2 ikut berubah. Nilai yang harus kita ubah disel B1 harus menghasilkan nilai 0 di sel B2 karena permintaan dari  contoh soal ini. Bisa dibayangkan beberapa kali kita harus mengubah nilai sel B1 untuk mendapatkan nilai 0 di sel B2. Silakan mencoba untuk mengubah-ubah nilai di sel  B1 hingga diperoleh nilai 0 di sel B2.
1.2 Gambar menu data & What-If Analysis



Untuk menghindari percobaan yang berulang seperti penjelasan di atas, maka fitur Goal Seek harus digunakan.

Tempatkan kursor pada sel B2.

Klik tombol What-If Analysis, pilih Goal Seek...

1.3 Gambar tombol What-If Analysis


Setelah muncul kotak dialog Goal Seek, isikan To value : dengan nol (0) dan By Changing cell : dengan B1 (lihat gambar diatas)

Klik OK dan OK.

Hasil yang didapat adalah x = -2.5. Ini artinya untuk menghitung agar nilai y = 0 maka nilai x harus = -2.5.
lihat gambar dibawah,
Read more »

 
Cheap Web Hosting | Top Web Host | Great HTML Templates from easytemplates.com.